Konsultan Teknik

Teknik (bahasa Melayukejuruteraan) atau rekayasa(bahasa Inggrisengineering) adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Hal ini diselesaikan lewat pengetahuanmatematika dan pengalaman praktis yang diterapkan untuk mendesain objek atau proses yang berguna. Para praktisi teknik profesional disebut insinyur (sarjana teknik).

Menurut sejarahnya, banyak para ahli yang meyakini kemampuan teknik manusia sudah tertanam secara natural. Hal ini ditandai dengan kemampuan manusia purba untuk membuat peralatan peralatan dari batu. Dengan kata lain teknik pada mulanya didasari dengan trial and error untuk menciptakan alat untuk mempermudah kehidupan manusia. Seiring dengan berjalannya waktu, ilmu pengetahuan mulai berkembang, dan mulai mengubah cara pandang manusia terhadap bagaimana alam bekerja. Perkembangan ilmu pengetahuan ini lah yang kemudian mengubah cara teknik bekerja hingga seperti sekarang ini. Orang tidak lagi begitu mengandalkan trial and error dalam menciptakan atau mendesain peralatan, melainkan lebih mengutamakan ilmu pengetahuan sebagai dasar dalam mendesain.

Cabang-cabang rekayasa

 

Pemerintahan saat ini begitu antusias mengejar ketertinggalan dengan melakukan pembangunan di semua sektor termasuk salah satunya di sektor energi.

Anda mungkin tidak setuju  bila ada orang mengatakan bahwa saat ini energi lebih bernilai dari emas. Orang yang setuju dapat melihat bahwa manfaat energi jauh lebih banyak dari pada emas. Terlepas dari setuju atau tidak, sekarang ini semua bangsa terus memikirkan tentang ketersediaan energi bagi rakyatnya.

Ketika berbicara tentang energi, yang muncul di benak kita adalah ilmu pasti (eksak), teknologi, insiniur, proyek. Ini seharusnya chalenging yang menarik bagi sarjana teknik bukan?

Sangat jarang para mahasiswa di bidang teknik bermimpi akan melakoni profesi konsultan di bidang keteknikannya setelah tamat kuliah dan menyandang gelar insiniur. Padahal saat ini, pekerjaan di bidang konsultan teknik (tenaga ahli teknik) boleh dibilang sangat banyak dan bahkan kita sampai mengimpor tenaga ahli dari luar negeri.

Perbandingan gaji (remunerasi) tenaga ahli Indonesia dengan tenaga ahli LN yang kita bayarkan ketika mereka bekerja di Indonesia berkisar 3 sampai 10 kali lipat. Sementara remunerasi tenaga ahli Indonesia berkisar 40 jt sampai 60 jt per bulan.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s